DNA (Deoxyribonucleic Acid) adalah molekul yang menyimpan informasi genetik semua makhluk hidup. Bentuknya seperti tangga berpilin yang disebut heliks ganda. Di dalamnya terdapat susunan “huruf” kimia yang dikenal sebagai basa nitrogen: A, T, C, dan G. Kombinasi huruf-huruf ini membentuk kode yang mengatur bagaimana tubuh bertumbuh, berkembang, dan berfungsi.
DNA dan Genetika: Kode Rahasia yang Menyusun Kehidupan
Di dalam DNA terdapat unit kecil yang disebut gen. Setiap gen membawa instruksi tertentu, misalnya warna mata atau tipe rambut. Gen-gen ini tersusun dalam struktur yang lebih besar yang disebut kromosom. Manusia memiliki 23 pasang kromosom, setengahnya diwarisi dari ayah dan setengah lagi dari ibu. Itulah alasan mengapa anak bisa mirip dengan orang tuanya namun tetap memiliki ciri unik.
Rekayasa Genetika dan Aplikasinya
Perkembangan sains memungkinkan manusia memodifikasi DNA melalui rekayasa genetika. Teknologi seperti CRISPR-Cas9 memungkinkan ilmuwan memotong dan mengganti bagian tertentu dari DNA. Aplikasi teknologi ini sangat luas, mulai dari pengembangan tanaman tahan hama, produksi obat, hingga penelitian terapi gen untuk mengobati penyakit tertentu yang disebabkan kelainan gen.
Etika dan Tantangan Penelitian Genetika
Meski menjanjikan banyak manfaat, rekayasa genetika juga menimbulkan pertanyaan etis. Modifikasi gen pada manusia, terutama pada embrio, dapat memengaruhi generasi selanjutnya. Oleh karena itu, banyak negara menerapkan regulasi ketat dalam penelitian genetika. Tujuannya adalah memastikan kemajuan sains berjalan seiring dengan tanggung jawab moral dan keamanan jangka panjang.