Cahaya tampak hanya sebagian kecil dari spektrum elektromagnetik yang luas, yang mencakup sinar gamma, ultraviolet, inframerah, hingga gelombang radio. Cahaya bergerak dengan kecepatan 299.792 km/detik — kecepatan tercepat di alam semesta. Tanpa cahaya, manusia tidak dapat melihat dan sebagian besar kehidupan di Bumi tidak dapat bertahan.

Cahaya bentuk energi yang bergerak dalam gelombang

Cahaya memiliki sifat gelombang dan partikel (dualisme). Sebagai gelombang, cahaya memiliki panjang gelombang dan frekuensi yang menentukan warnanya. Sebagai partikel, cahaya terdiri dari foton yang membawa energi. Cahaya dapat dipantulkan, dibiaskan, dihamburkan, dan diserap, tergantung material yang ditemuinya.

Fenomena seperti pelangi terjadi karena cahaya Matahari dibelokkan oleh tetesan air sehingga terurai menjadi warna-warna spektrum. Sementara itu, bayangan terbentuk ketika cahaya terhalang objek.

Cahaya dalam Kehidupan Sehari-Hari

Cahaya sangat penting bagi kehidupan. Tumbuhan membutuhkan cahaya untuk fotosintesis. Mata manusia menangkap cahaya yang dipantulkan benda untuk menghasilkan penglihatan. Cahaya juga digunakan dalam teknologi seperti lampu, laser, kamera, hingga komunikasi serat optik.

Teknologi laser menjadi dasar bagi peralatan medis, pemotongan logam, barcode, hingga perangkat elektronik. Sementara itu, cahaya inframerah digunakan dalam remote TV, kamera malam, dan sensor gerak.

Cahaya dalam Penelitian Astronomi

Dalam astronomi, cahaya adalah “pesan” dari alam semesta. Melalui analisis cahaya bintang dan galaksi, ilmuwan dapat mengetahui suhu, jarak, komposisi kimia, dan pergerakan objek jauh. Teleskop seperti Hubble dan James Webb bekerja dengan menangkap cahaya yang sangat lemah untuk mempelajari planet, nebula, dan galaksi jutaan tahun cahaya dari Bumi.

Masa Depan Teknologi Cahaya

Penelitian cahaya terus berkembang dalam bidang fotonik dan optik kuantum. Teknologi ini berpotensi menghasilkan komputer ultra cepat, komunikasi super aman, dan perangkat medis generasi baru.