Evolusi adalah proses perubahan sifat makhluk hidup dari generasi ke generasi dalam jangka waktu yang sangat panjang. Konsep ini menjadi dasar biologi modern dan menjelaskan mengapa makhluk hidup memiliki bentuk, perilaku, dan struktur tubuh berbeda. Evolusi terjadi melalui perubahan kecil pada gen (mutasi) yang diwariskan dan dipengaruhi oleh seleksi alam.
Proses Ilmiah yang Membentuk Makhluk Hidup
Mutasi adalah perubahan acak pada materi genetik yang bisa menghasilkan sifat baru. Tidak semua mutasi menguntungkan, namun beberapa mutasi memberikan kelebihan yang membuat organisme lebih mudah bertahan hidup. Ketika suatu sifat memberi peluang hidup lebih tinggi, organisme tersebut lebih mungkin berkembang biak dan mewariskan sifat itu kepada keturunannya.
Seleksi alam, konsep yang diperkenalkan Charles Darwin, menjelaskan bagaimana lingkungan menentukan organisme mana yang bertahan. Misalnya, burung dengan paruh lebih panjang mungkin lebih mudah mencari makanan sehingga lebih banyak menghasilkan keturunan. Proses ini berlangsung selama ribuan hingga jutaan tahun hingga muncul perubahan besar.
Bukti-bukti Evolusi
Evolusi didukung oleh berbagai bukti ilmiah. Fosil menunjukkan bentuk kehidupan masa lalu yang berbeda dengan makhluk hidup modern. DNA organisme juga menunjukkan kesamaan genetik, menandakan hubungan kekerabatan. Struktur tubuh seperti tulang lengan manusia, sayap kelelawar, dan sirip paus memiliki pola serupa, membuktikan bahwa mereka berasal dari nenek moyang yang sama.
Evolusi dalam Kehidupan Modern
Evolusi tidak hanya terjadi di masa lalu. Mikroorganisme seperti bakteri dapat berevolusi dengan cepat sehingga menjadi kebal antibiotik. Perubahan ini menjadi tantangan besar dalam bidang kesehatan. Ilmuwan memanfaatkan pengetahuan evolusi untuk membuat obat baru, mengembangkan tanaman tahan hama, dan memahami penyebaran penyakit.